Langsung ke konten utama

Tinggal dan Menetap

"I always loved him, but he was never home" -Atticus

Saya selalu suka dengan analogi rumah. Mencari orang yang akan menjadi tujuan pulang ketika kita sudah lelah berkelana. Mencari orang yang akan menyejukan hati ketika hanya melihatnya. Mencari orang yang bersedia berbagi keluh dan kesah dan bersedia menyediakan bahu dan tangannya untuk dapat kita singgahi untuk sekedar melepas lelah. Itulah rumah. Rumah selalu menjadi tujuan pulang ketika kita sudah penat menjelajah dunia luar. Rumah menjadi tempat beristirahat dari hal apapun. Mencari orang yang tepat untuk menemani hari-hari selamanya, seperti mencari rumah untuk dapat kita tinggali selama bertahun-tahun.

Dalam usia sekarang, saya masih mencari rumah saya. Dan tiga tahun yang lalu, saya merasa seperti menemukan rumah saya. Saya berusaha untuk mengisinya dengan hal-hal yang baik agar ia nyaman untuk saya tinggali. Namun, usaha saya terlalu berlebih. Rumah itu ternyata tidak nyaman untuk saya tinggali. Saya pergi dengan menyisakan sedikit harap bahwa memang rumah itu yang saya cari.

----
Saya mencoba mencari rumah lagi. Namun dengan hati-hati. Tidak lagi berusaha untuk mengisinya sedemikian rupa dengan banyak hal yang mungkin menurut saya baik. Saya berusaha untuk mengisinya pelan namun tidak memaksa. Jika memang ia bukan rumah yang tepat untuk saya tinggali, saya tidak akan kecewa nantinya. Saya bisa pergi tanpa menyisakan harap bahwa tentang rumah ini.



Komentar

Popular

Presiden Duterte: Antara Amerika Serikat, Cina, dan Rusia.

Presiden Filipina yang baru, yakni  Rodrigo Duterte, menjadi salah satu presiden yang kebijakannya banyak menimbulkan pro kontra di dalam negeri maupun di luar negeri. Presiden Duterte memperoleh kurang lebih 16 juta suara dalam pemilu, mengalahkan kandidat lainnya yakni Mar Roxas, yang memperoleh kurang lebih 9 juta suara. Ia mengambil simpati dari warga Filipina dengan menjanjikan perubahan kepada warga kelas menengah ke bawah (Santos, 2016) . Menurut survey yang dilakukan oleh Pulse Asia, tingkat kepercayaan warga Filipina terhadap Presiden Duterte mencapai 91 persen. Salah satu yang ingin ia lakukan di masa pemerintahannya adalah meningkatkan lapangan pekerjaan di Filipina. Karena adanya ketimpangan antara warga yang memiliki usia produktif untuk bekerja dengan lapangan pekerja yang tersedia. Hal ini membuat  banyak warga yang akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar negeri atau biasa disebut Overseas Filipino Workers (OFW). Pada bulan Agustus, seba...

Surat Cinta untuk Rabbnya - Pasrah

Ingatan saya kembali pada hal-hal yang selalu Allah berikan untuk saya. Bagaimana proses saya menuju hal tersebut. Pasrah. Semua Allah beri ketika keadaan saya pasrah, ketika saya tak berharap pada apapun, ketika saya berkata 'Yang terbaik menurutMu ya Rabb'. Untuk sampai di titik itu lagi, Saya butuh hati yang benar-benar lapang. Tak terjerumus pada kesemuan dunia. Ya Rabb, Saya belum dalam keadaan pasrah lagi pada tiap ketentuan dan ketetapanmu. Ya Rabb, Bantu saya untuk memasrahkan semuanya, hingga hati ini tak lagi gelisah, hingga diri tak lagi meronta. Ya Rabb, Jadikanlah hambaMu pasrah..

#NotetoMySelf Tiga Kunci

Hari ini saya kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa sekarang saya sudah berada dalam sebenar-benarnya kehidupan. Lulus dari perkuliahan lantas tidak membuat kehidupan saya lebih mudah, malah membuat saya harus selalu menguatkan diri saya dan tidak boleh lagi cursing diri saya. Untuk diri saya, ini adalah tiga kunci yang saya berikan sebagai pengingat setiap detiknya. Tetaplah bungkus pikiranmu bahwa dunia ini hanya sementara ketika kamu mulai lelah, namun jangan pernah berhenti. You can take a break, but don't quit . Istigfar - Sudah berpikir berapa banyak dosa yang kamu lakukan tiap detiknya? Maka perbanyaklah istigfarmu dengan harapan Allah akan memaafkan sedikit demi sedikit tumpukan dosamu. Perbanyaklah istigfarmu dengan harapan Allah akan mempermudah langkahmu. Perbanyaklah istigfarmu dengan harapan Allah akan selalu mengizinkanmu untuk dapat dekat denganNya. Tahmid - Sudah pernah mencoba menghitung nikmat apa yang Allah berikan kepadamu setiap menitnya? Kamu p...

Surat Cinta untuk RabbNya - Tidak Mampu

Dalam rengkuhanMu, Semesta. Saya meminta, dengan serendah-rendahnya diri sebagai bentuk penghambaan yang hakiki. Biarkan diri menjadi lupa atas, Senyumnya Tawanya Sejuk katanya. Saya tidak mampu melakukannya sendiri, Setelah berkali-kali terucap belum, Tapi tidak kali ini. Semesta, Bolehkah saya mendapat bahagia yang telah dipersiapkan juga? Bahagia tanpa lagi melalui sedih dan derai air mata. Bahagia dan ketenangan sebenar-benarnya, senyata-nyatanya. Namun, Apabila tiap sedih dan tiap keluh saya padaMu, Adalah caraMu untuk merengkuh saya, jadikanlah saya ikhlas. Jika bahagia yang Engkau janjikan harus saya dapat melalui ribuan sujud di sepertiga malam, Dalam linang air mata, Jadikanlah saya ridho. Semesta Yang Maha Baik, Yang Mengetahui, Yang Mendengar, Yang Pengasih, Yang Penyayang.

Surat Cinta untuk RabbNya - Suntuk

Aku berjalan dalam keramaian. Melempar senyum pada sekitaran. Kembali berjalan namun merunduk.  Suntuk pikiranku.  Bertubi hal ada di sana.  Tak ada yang mau mengalah.  Merasa paling benar, merasa yang paling harus didengar. Suntuk, aku merunduk.  Jalanku gugup.  Gigiku gemerutuk. Otakku tak bisa diam.  Gerutu. Gerutu. Gerutu. Al Mulk. Surat favoritku dalam buku firmanNya. Tetiba teringat, Bahwa yang bisa dan sering menghilangkan suntuk ya Al Mulk. Ya Rabb, Yang Maha Memiliki Segala Isi Kepala HambaNya. Izinkan hamba untuk lelap dalam gelap, Malam ini, Tuk hilangkan gerutu dan suntuk. Engkau yang Maha Baik sudah pasti mengangguk dan mengabulkan permohonan hambaMu, bukan?